August 11, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Trijayanti (Pontianak-Kalbar)

Pemilihan calon Presiden sudah mulai diperebutkan. Para pemimpin partai mulai memilih dan mencari calon Presiden yang akan diusung oleh partainya. Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi mengatakan bahwa PKS masih terbuka kepada siapa saja tokoh calon presiden (capres) untuk didukung Pilpres 2024. Sekertaris jenderal PKS ini juga mengatakan bahwa mereka belum memilih calon untuk pilpres nantinya, karena PKS masih dalam proses pemilihan Capres, www.kompas.com (13/06/2022).

Pemilihan umum (Pemilu) seringkali dimaknai sebagai pesta demokrasi. Pemilu adalah salah satu langkah awal dalam upaya melakukan transformasi dan perbaikan secara struktural demi tercapainya tujuan-tujuan mulia berbangsa dan bernegara dengan menggunakan instrumen kekuasaan rakyat.

Sejalan dengan hal itu, jika dikaitkan dengan konteks keumatan Islam, maka pemilihan umum harus dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi, sekaligus upaya pembenahan dan perbaikan, serta perubahan ke arah yang lebih baik, khususnya bagi kepentingan dan aspirasi umat Islam, untuk mewujudkan kemaslahatan umum, di samping adanya kewajiban agama dalam memilih pemimpin yang baik sesuai anjuran al-Quran dan sunnah. Allah SWT sendiri telah berfirman berikanlah amanah kepada orang yang benar-benar pantas untuk mengurusi kemaslahatan rakyat.

Namun, tampak nyata dalam sistem demokrasi semua pihak memilih yang bisa menang, tanpa peduli yang benar dengan melihat kapabilitas maupun komitmennya terhadap rakyat apalagi terhadap Islam. Meskipun pemimpin tersebut seakan tampak sudah benar, namun karena menjalankan sistem demokrasi maka dapat dipastikan tidak dapat meraih tujuan bernegara karena berlepas dari sistem yang adil yaitu sistem Islam.

Allah SWT Berfirman :Sungguh Allah menyuruh kalian memberikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya, juga (menyuruh kalian) jika menetapkan hukum di antara manusia agar kalian berlaku adil.” (QS An-Nisa’ [4]: 58).

Wallahu’alam bisshowwab