October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Agustina (Aktivis Back To Muslim Identity)

Pendidikan adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh semua kalangan, karena dengan mengenyam pendidikan seseorang akan memiliki ilmu dalam menjalani kehidupan. Dengan memiliki ilmu maka akan bisa menggenggam dunia dan mengejar mimipi besar yang dimiliki. Sehingga akan menjadi orang yang berguna bagi masyarakat dan bangsa.

Pengembangan diri menjadi aspek penting agar kehidupan seseorang bisa maju tanpa adanya pengembangan diri, dalam mengasah potensi peserta didik kompetensinya merujuk pada minat, bakat serta kemampuan sikap peserta didik dalam berinteraksi dengan orang lain dan lingkugan sekitarnya.

Berbagai macam upaya peningkatan pendidikan selalu dirancang untuk mengembangkan pendidikan akan tetapi semua belum dapat terealisasi dengan maksimal. Semakin hari pendidikan Indonesia sangat memperhatinkan, kualitas pendidikan Indonesia tak kunjung membaik di tambah lagi hijrahnya covid-19 ke Indonesia membuat pendidikan malah semakin memburuk.

Di tengah pandemi covid-19 yang membuat dilema, pemerintah mencoba memberikan solusi dengan memutuskan agar sekolah memberlakukan PJJ. Hal itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.

Ternyata, keputusan tersebut berisiko menyebabkan learning loss (pembelajaran yang hilang) pada peserta didik. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim dalam konferensi pers yang ditayangkan akun YouTube Kemendikbud, Jumat (7/8/2020).

Diketahui berbagai Rentetan program “Penggerak” yang dirancang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim diduga tak akan cukup menarik Indonesia dari potensi resiko ancaman menipisnya pembelajaran (learning loss) di tengah pandemi Covid-19. Setiap kebijakan yang ditawarkan pemerintah nampaknya tidak memberikan solusi, setelah dievaluasi masih banyak menyisakan banyak masalah. Nadiem (Kemendikbud) paparkan Evaluasi pembelajaran jarak jauh menunjukan hasil yang bervariasi di setiap daerah ada yang berjalan efektif ada yang berjalan tidak efektif. Evaluasi yang paling parah di tempat yang terpencil dan tempat tertinggal.

Nadiem mengakui jika pelaksanaan PJJ selama beberapa bulan ini tidak efektif dan berisiko mempunyai generasi dengan learning loss. Akan ada dampak permanen dalam generasi, terutama bagi yang lebih muda jenjangnya. Seolah hampir menyerah dengan kebijakan new normal, membuat kemendikbud mengizinkan pembukaan sekolah di wilayah zona kuning. Nadiem menepikan kebijakan pembukaan sekolah yang memicu klaster baru. Kebijakan tersebut akhirnya membuat pro dan kontra diberbagai kalangan.

Dapat dilihat kurikulum darurat covid-19 gagal dalam menutupi learning loss. Karena kenyataan di lapangan memasuki tahun 2020/2021 ada sebagian peserta didik sudah mengalami kejenuhan untuk aktif dalam pembelajaran. Maka tak heran ada kasus peserta didik menunjukkan pekerjaan rumah (PR) dengan hasil yang baik. Tetapi, saat masuk sekolah, peserta didik tersebut belum dapat membaca sehingga membuatnya merasakan dampak learning loss.

Jelas sudah kurikulum darurat dari Kemenag dan Kemendikbud terbukti gagal dalam memandu untuk mencapai tujuan Pendidikan di masa darurat. Masalah-masalah pembelajaran selama pandemi covid-19 makin berat karena sekulerisme masih menjadi pijakan lahirnya kurikulum yang tidak lepas dari asas manfaat. Yang selalu bertumpu pada aspek untung dan rugi saja. Terbukti tujuan pembelajaran adalah output yang menguntungkan dengan tujuan terjun didunia kerja bahkan nilai akademik dijadikan standar acuan keberhasilan.

Islam mewujudkan generasi mulia. Apabila melihat sejarah kejayaan Islam sudah tidak dapat diragukan lagi, karena telah diakui sepanjang sejarah dunia yang telah mencatatnya. Peradaban Eropa hari ini berhutang dengan peradaban Islam, sebagai contoh Abbas Bin Firnas penemu kerangka pesawat terbang, Al-Khawarizmi dengan ilmu aljabar sekaligus ahdi hadist dan Al-Zahrawi merupakan seorang fisikawan dan ahli bedah dan alat bedah, Ibnu Haitami atau Bapak Optik modern penemu kamera dan masih banyak lagi.

Islam memang bukan agama yang mengatur urusan ritual ibadah semata. Tetapi juga urusan pemerintah. Karena agama dan kekuasan diibaratkan saudara kembar, agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penjaga agama. Peran negara yaitu untuk menjaga umatnya, mendatangkan keberkahan dalam kehidupan. Hal ini terbukti dalam sisstem pemerintahan Islam yang mencangkup semua bidang kehidupan.

Pendidikan dalam Islam memenuhi setiap hak-hak warga negaranya yaitu pendidikan dengan gratis dari negara didukung fasilitas terbaik, seperti perpustakaan, laboratorium, gedung, penelitian ilmu fiqh, hadist, tafsir termasuk bidang ilmu murni seperti kimia, teknik, kedokteran dan lainnya. Pengadaan ini tidak lain atas dukungan sistem Islam secara total yang diberlakukan. []

Wallahu’alam Bis Showwab