September 26, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Fitri Khoirunisa, A.Md (Aktivis Muslimah)

Tidak akan ada habisnya membicarakan soal kekejian Israel terhadap Palestina, di sisi lain semua negeri Muslim hanya bisa prihatin dan mengecam tanpa ada perubahan yang nyata terhadap nasib Palestina di jalur Gaza. Bahkan beberapa diantaranya tetap melakukan hubungan baik dan normalisasi hubungan dengan Israel sampai saat ini.

Meskipun keadaan di Gaza tenang awalnya, pada Jumat (5/8) sore, Israel melancarkan serangan melalui udara ke berbagai titik di jalur Palestina yang terkepung. Fokus utama serangan adalah bangunan tempat tinggal di kota Gaza. Beberapa rudal mendarat dengan presisi di tiga apartemen di bangunan tersebut.

Kementerian Negeri dan Ekspatriat Palestina pun mengutuk agresi brutal Israel di jalur Gaza yang memasuki hari kedua pada Sabtu (6/8/2022). Lembaga itu menyebut Israel membuat wilayah Palestina layaknya lapangan latihan dan warga sebagai target tembak.(republika.co.id,7/8/2022)

Pasukan Israel sendiri mengaku melancarkan sesuatu yang mereka gambarkan sebagai serangan prefentif di Gaza setelah menangkap Al-Saadi (Anggota Jihad Islam Palestina-PIJ) pekan lalu, dengan mengatakan serangan itu dimaksudkan untuk mencegah pembalasan PIJ. Akan tetapi, pengamat internasional, termasuk Pelapor Khusus PBB Francesca Albanez, mengatakan taktik itu telah merusak klaim Israel untuk membela diri.

Peristiwa ini membuat umat Muslim geram karena berulang kali Israel mengklaim tindakan agresinya sebagai bentuk perlawanan dan pembelaan diri dari serangan kelompok teroris “Jihad Islam” dan militan Hamas. Padahal, merekalah teroris sesungguhnya tapi dunia tidak pernah menganggap Israel adalah teroris. Israel datang sebagai kaum pendatang, lalu merampas tanah milik kaum Muslim secara licik dengan berlindung di balik ketiak PBB dan negara-negara Barat.

Lain halnya jika warga Palestina melakukan pembelaan maka akan dianggap sebagai aktivitas teroris. Israel adalah bangsa yang tidak tahu diri. Dengan alasan membatasi gerakan Jihad Islam di Palestina, mereka melegalisasi serangan terhadap wanita, anak-anak, dan rumah warga sipil.

Termasuk bunuh diri politik ketika pergi ke PBB dan lembaga-lembaganya atau komunitas internasional untuk memohon bantuan karena mereka adalah sponsor serta pendukung Israel dan kejahatannya. Lembaga-lembaga internasional tidak lebih dari alat yang digunakan oleh orang-orang terpandang sebagai ‘kekuatan utama’ dalam melakukan kejahatan mereka terhadap umat Islam. (Muslimahnews.net, 08/08/2022)

Untuk itu umat harus memahami, kejahatan dan kebengisan Israel tidak akan berhenti dengan kecaman, kutukan, ataupun perundingan internasional. Negara Zionis tersebut hanya bisa ditundukkan dengan bahasa perang, bukan basa-basi politik dan formalitas diplomatik. Semua ini terus terulang karena tiada kesatuan kepemimpinan umat Islam dan hanya ada praktik nasionalisme di masing-masing negeri Muslim. Akhirnya tanah dan nyawa umat Islam tidak bisa dilindungi sama sekali.

Untuk itu kaum Muslim harus mencegah, bahkan mengutuk penguasa mereka yang telah membangun hubungan apa pun dengan Israel, termasuk menormalisasi hubungan karena akan membahayakan masa depan rakyat Palestina. Karena solusi atas konflik ini dan melemahnya dukungan negara-negara Arab akan menjadi periode panjang kekejaman Israel atas Palestina. Kecuali, manakala ada kekuatan global yang berpihak pada Islam dan umat Islam yang akan menyelesaikan konflik tersebut.

Kekuatan itu adalah Khilafah. Kekuatan politik Islam yang siap mengusir Israel dari tanah Palestina dan menggentarkan aliansi Israel dan Amerika yang selama ini memberi dukungan pada Israel.

Ketiadaan Khilafah membuat negeri-negeri muslim terjajah dan terisolasi. Oleh karenanya, penegakan Khilafah sebagai solusi atas Palestina dan negeri muslim lainnya adalah perkara mendesak dan penting. Tegaknya Khilafah harus terus diperjuangkan dan diserukan hingga kaum muslim memiliki kesadaran menjadikan Islam sebagai aturan bernegara.

Umat harus memiliki kesadaran politik bahwa nasib Islam dan kaum muslim tidak akan mulia dengan ikatan kebangsaan. Kemuliaan dan kehormatan Islam dan kaum muslim hanya akan terwujud dalam ikatan akidah Islam serta penyatuan negeri-negeri muslim dalam naungan Khilafah.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim mengupayakan tegaknya Khilafah di muka bumi ini demi menyelamatkan kaum muslim di Palestina dan mengembalikan tanah Palestina ke pangkuan Islam. Tegaknya Khilafah juga akan mengembalikan izzah kaum muslim sebagai khairu ummah dan mewujudkan rahmat bagi seluruh alam.[]

Wallahu’alam Bisshowwab