April 13, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Sungguh memprihatinkan kondisi pelajar di masa pandemi ini. Beberapa dari mereka kesulitan untuk menimba ilmu. Seperti kasus mahasiswa dan siswa sekolah yang rela belajar di tepi jalan raya untuk mendapat sinyal internet. Juga kasus pelajar yang belajar daring dengan satu gawai bersama-sama.

Memang, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, hampir semua instansi pendidikan tutup. KBM tatap muka diganti dengan daring dari rumah. Tentunya untuk belajar daring, perlu sarana dan piranti belajar. Yang utama adalah ketersediaan jaringan internet, gawai yang bisa terkoneksi, dan kuota. Namun, tidak semua pelajar bisa mengaksesnya.

Sebagian pelajar ada yang tinggal di daerah yang minim jaringan. Jangankan internet, listrik pun tak menyala setiap saat di wilayahnya. Ditambah pula, tak semua memiliki gawai di rumah. Apalagi kuota yang cukup menguras kantong. Hal ini semakin menihilkan akses belajar yang seharusnya menjadi hak mereka.

Sepatutnya hal ini menjadi perhatian pemerintah. Mengkaji kembali kurikulum dan kebijakan pendidikan yang saat ini berjalan. Kurikulum belajar yang bisa memudahkan semua pelajar mengikutinya. Tidak terbatas dengan ketersediaan internet, karena peta sebaran jaringannya belum merata.

Lussy Deshanti Wulandari
Bogor