September 26, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Zawanah (Pontianak-Kalbar)

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa anak-anak, terutama bayi, lebih rentan terpapar virus cacar monyet atau monkeypox.  Ketua Umum IDAI Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) di Jakarta  mengimbau orang tua untuk ekstra hati-hati dalam melindungi anak-anak mereka dari penyakit menular, yakni dengan menyiapkan lingkungan yang aman. Hingga saat ini belum ada vaksin yang spesifik untuk mencegah cacar monyet (kalbar.suara.com, 03/08/2022).

Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, Hanny Nilasari mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) guna mengurangi risiko penularan penyakit menular seperti cacar monyet yang mulai melanda dunia. Masyarakat juga diimbau untuk disiplin protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan menjaga higienitas tangan. Masyarakat musti menghindari kontak langsung dengan hewan penular cacar monyet, seperti hewan pengerat, marsupial, primata non-manusia, baik hewan mati atau hidup.

Hingga 29 Juli 2022 terdapat 76 negara yang melaporkan kejadian cacar monyet di seluruh dunia dengan total kasus konfirmasi sebanyak 22.485 kasus di seluruh dunia. Di ASEAN, terdapat tiga negara melaporkan kejadian cacar monyet hingga akhir Juli 2022, yakni Singapura 11 kasus konfirmasi, Thailand dua kasus konfirmasi, dan Filipina satu kasus konfirmasi.

Catherine Smallwood, Pejabat Darurat Senior di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Eropa mengatakan bahwa penyakit menular ini kemungkinan akan menyebabkan lebih banyak kematian. Wabah cacar monyet terbaru yang pertama kali dilaporkan pada Mei, telah menyebar ke 78 negara dengan lebih dari 18.000 kasus, menurut laporan pembaruan terakhir WHO pada 28 Juli.

Sebelumnya, WHO resmi menetapkan penyakit cacar monyet sebagai darurat kesehatan global atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan melalui akun Twitternya @DrTedros bahwa berdasarkan kriteria Peraturan Kesehatan Internasional, maka ia menyatakan wabah ini sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat.

Dicky Budiman, Ahli Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia mengemukakan umumnya masa inkubasi cacar monyet membutuhkan waktu hingga tiga minggu sampai timbulnya gejala. Karena masa inkubasi yang lama ini, sangat mungkin seseorang lolos dari skrining saat hendak masuk ke Indonesia lantaran tidak menunjukkan gejala. Sementara kini kasus ini sudah terdeteksi di 75 negara di dunia.

Maka janganlah pemerintah lengah seperti saat kasus pertama covid-19 di Indonesia. Dengan adanya kewaspadaan global seperti ini maka perlu upaya preventif dan efektif sejak adanya suspect kasus tersebut di Indonesia. Idealnya pemerintah memberikan literasi atau komunikasi risiko terkait cacar monyet atau monkeypox. Pasalnya, penyakit ini juga bisa memicu klaster di kelompok-kelompok tertentu.

Berbagai masalah kesehatan global tampak bahwa kapitalisme sebagai akar penyebab Social Determinants of Health (SDH) atau krisis determinan sosial kesehatan saat ini. Begitu banyak penyakit menular yang gagal ditangani sistem kapitalisme dengan konsep herd immunity berbasis vaksin.

Kapitalisme mementingkan nilai materi sebagai spiritnya. Tega membiarkan pergerakan manusia dari dan ke area wabah, serta mencukupkan wabah pada tahap terkendali saja, bukan diberantas. Tak lagi memperhatian usia rentan baik balita dan lansia, sungguh tidak antisipatif.

Dalam pandangan Islam, kesehatan adalah kebutuhan dasar tiap manusia yang harus dijaga dan dikelola agar tidak mengganggu aktivitas. Jika terjadi suspect penyakit menular dan berbahaya, harus dengan sigap diteliti dan diupayakan pencegahan secara masif. Agar risiko penyebaran penyakit ini tidak kian tinggi. Selain itu aktivitas penerbangan yang kini sudah kembali padat dan semakin banyak orang melakukan perjalanan internasional perlu dievaluasi dengan ketat.

Oleh karena itu, jika diterapkan sistem kesehatan Islam dengan optimal, masyarakat akan merasakan ketenangan dan percaya dengan otoritas negara yang tidak mengambil untung diatas penderitaan rakyatnya. Hal ini berbeda dengan sistem kapitalisme.[]

Wallahu’alam bisshowwab