October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Mia Purnama

Klaim obat Corona oleh Hadi Pranoto di channel youtube musisi terkenal, Anji, menjadi viral beberapa hari yang lalu. Di dalam video tersebut, Hadi menyebut dirinya sebagai seorang profesor ahli mikrobiologi dan ketua Tim Riset Formula Antibodi Covid-19.

Beliau mengklaim telah menemukan obat Covid-19 dan berhasil menyembuhkan ribuan orang di Wisma Atlet dengan masa penyembuhan dua sampai tiga hari. Berbagai protes pun bermunculan dan tidak sedikit menganggap klaim obat tersebut adalah hoax, karena tidak berdasarkan hasil penelitian yang sesungguhnya .

Padahal secara medis upaya penyembuhan virus Corona harus melalui proses vaksinisasi. Sedangkan perusahaan farmasi raksasa Johnson & Johnson baru akan memulai uji klinis vaksin virus Corona ke manusia pada bulan September. Dan akan digunakan secara massal untuk keperluan medis kemungkinan di awal tahun depan. (CNBC Indonesia, 31/3/2020).

Anehnya di Indonesia telah banyak beredar tentang obat Covid-19 di masyarakat. Fenomena ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak mampu meyakinkan masyarakat tentang bahaya virus Corona sekaligus menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa mengandalkan pemerintah untuk menemukan obat dari virus Corona.

Ketidakpercayaan masyarakat kepada pemerintah, berdampak pada hilangnya kepekaan masyarakat terhadap virus Corona. Hal tersebut tidak lepas dari lambannya penanganan pemerintah terhadap Covid-19.

Sejak awal pemerintah memang gagap dalam menghadapi pandemi. Saat kasus pertama diumumkan, pemerintah masih tetap membiarkan warga asing untuk datang ke indonesia, dan menganggap semuanya baik-baik saja. Sedangkan upaya pencegahan yang dilakukan terhadap virus berupa social distancing, melakukan protokol kesehatan, meliburkan sekolah namun melakukan pembelajaran secara daring atau online dari rumah.

Namun, semua itu tidak diikuti dengan edukasi ditengah-tengah masyarakat. Akhirnya pemerintah menerapkan New Normal, dan masyarakat semakin meremehkan virus Corona bahkan tidak sedikit yang beranggapan virus Corona sudah hilang atau merupakan kabar hoax.

Di sisi lain, alokasi dana riset vaksin Corona di indonesia sebesar Rp35 miliar justru mendapat potongan Rp1,4 miliar. Dana riset yang sangat kecil tersebut menunjukkan pemerintah tidak memiliki visi untuk menemukan mengatasi virus Corona.

Upaya pemerintah yang terkesan lamban dan belum optimal ini akhirnya menyebabkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menjadi hilang dan mencari solusi sendiri atau alternatif yang lain. Semua itu terjadi karena negara dipimpin oleh orang yang bukan ahlinya dan dengan visi yang tidak jelas.

Hal ini sudah digambarkan oleh baginda Rasulullah saw. Rasullullah bersabda : “Jika amanah telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya: ‘Bagaimana maksud amanah disia-siakan?’ Nabi menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR Al-Bukhari)

Amanah yang paling pertama dan utama bagi manusia ialah amanah untuk taat kepada Allah SWT. Bentuk ketaatan adalah dengan menerapkan hukum Allah di dalam kehidupan sehari-hari baik secara individu, masyarakat maupun negara. Dan jika manusia lalai dari ketaatan ini, berarti mengundang azab dan musibah, sebagaimana firman Allah SWT :

Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.” (QS Al-Maidah : 49)

Maka dari itu, seharusnya orang-orang yang beriman agar bersegera menegakkan Islam dalam kehidupan yang berada di bawah naungan Khilafah Islam. Karena hanya dengan Khilafah lah yang akan mampu menerapkan seluruh aturan yang berasal dari Allah SWT.

Tujuannya juga semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla, mengundang keberkahan dari langit dan bumi. Dan tiada satupun yang celaka kecuali mereka yang berpaling dari petunjuk-Nya.

Dalam Al-Quran Surah An-Nisa ayat 115, Allah berfirman : “Siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas datang kepada dia petunjuk dan mengikuti jaan orang-orang yang tidak beriman, Kami biarkan dia leluasa dengan kesesatannya. Kemudin Kami menyeret dia ke dalam Neraka Jahanam. Neraka Jahanam itu tempat kembali yang buruk.” (TQS An-Nisa : 115).

Penerapan hukum Islam pulalah yang akan mendatangkan keberkahan, termasuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemimpin dan penguasa mereka serta jauh dari informasi-informasi hoax. Allah berfirman : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (TQS Al-A’raf Ayat 96)

Maksudnya, sekiranya penduduk suatu negeri, beriman pada apa yang dibawa oleh rasul-rasul serta takut kepada Rabb mereka dengan meninggalkan kekafiran dan kemaksiatan, menjalankan perintah-perintah-Nya, maka niscaya akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu kebaikan dari segala penjuru. Kebaikan berupa ketentraman dan kesejahteraan termasuk kesabaran terhadap wabah.

Wallahua’lam