September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Agustina (Aktivis Back to Muslim Identity)

Semangat hijrah pada umat Islam semakin menunjukan geliatnya di semua kalangan terutama remaja. Mulai dari gerakan Pemuda Hijrah, Indonesia Tanpa Pacaran dan event hijrah bareng-bareng yang dihadari 140 ribu peserta dari seluruh Indonesia berdasarkan laporan dari panitia.

Fenomena tersebut tentu saja semakin menunjukkan bahwa gelombang hijrah saat ini semakin hari makin besar dan tanda-tanda pertolongan Allah SWT yang maha kuasa juga akan datang. Karena disaat hambaNya taat kepadaNya maka keberkahan akan diturunkan bagi penduduk suatu negeri. Allah SWT berfirman yang artinya :

β€œJikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” [TQS Al-β€˜Araf : 96]

Sepatutnya hijrah hari ini memperlihatkan perubahan, dari lemah menjadi kuat. Dari terpecah belah menjadi bersatu, serta memisahkan antara yang hak dan yang batil. Seharusnya hijrah tidak berhenti pada perbaikan individu semata, tapi diarahkan untuk mewujudkan harapan perubahan pada negeri ini agar dapat tercipta negeri yang berkah, tentram dan aman yakni menjadi negeri yang dirindukan.

Perihal (perintah) berhijrah itu sendiri berdasarkan firman Allah SWT yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [TQS Al Baqarah : 218]

Dari ayat di atas menegaskan ada tiga kata kunci, yakni: iman, hijrah, dan jihad. Yang ketiganya berjalin dan berujung kepada lafadz ‘yarjuna rahmatallah’, yaitu berharap mendapat rahmat (kasih sayang) Allah SWT. Berarti ketika aktivitas berhijrah ini dilakukan tentu saja akan mendapatkan rahmat (kasih sayang) Allah SWT. Begitu pula hijrah yang dilakukan suatu negeri dan penduduknya maka rahmat Allah SWT juga akan didapatkan.

Hijrah semestinya total bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Hijrah dilakukan dengan kesadaran penuh untuk menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan negeri. Hijrah itu dilakukan dengan kembali kepada Islam, taat kepada perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya termasuk hijrahnya negara adlaah dengan menerapkan syariah Islam di seluruh aspek kehidupan. Inilah hijrah secara totalitas.

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa umat semakin sadar untuk bersatu dan bahwa ingin menjadikan Islam sebagai pedoman hidup yang benar dan harus diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari kian bertambahnya umat Islam menuju Allah SWT. Dari yang tidak baik menjadi baik, dari yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

Dengan demikian semakin banyak yang hijrah maka semakin banyak juga serangan dan perangkap-perangkap yang membenci gelombang hijrah dan kebangkitan Islam tersebut. Mulai dari kriminalisasi para ulama, adu domba, tersebarnya opini sesat tentang Islam kaffah, memecah belah persatuan umat hanya sekedar perbedaan masalah cabang bahkan sampai kepada postingan seputar Islam sering kali di blokir di dunia jagat maya.

Bentuk dari khawatiran akan kebangkitan Islam ini juga semakin terlihat dari golongan para kaum kapitalis, kaum sosialis, kaum komunis, dan kaum feminis. Saat ini opini-opini menyesatkan mereka tak di dengar sangat merusak bagi umat, karena pemikiran umat Islam sudah menjauh dari agamanya sendiri.

Namun banyak juga diantara umat Islam yang menyetujui bahkan tak segan untuk melakukan pembelaan. Berbagai gelar dan tuduhan disematkan misalnya dengan sebutan kadrun, sok suci, ke arab-arab-an, terbelakang, tidak open minded (berfikiran terbuka) dan tuduhan menyakitkan lainnya. Hal ini semakin membuat umat Islam terpecah belah dan sangat mudah bagi pemikiran sekuler meracuni generasi Islam dikerenakan taraf berfikir uamt Islam yang merosot.

Oleh karena itu, pentingnya hijrah dilakukan oleh negara untuk mencegah pemikiran-pemikiran yang merusak generasi. Hal ini yang merupakan wujud hijrah bagi negeri yang paling penting. Yaitu berupa spirit penegakan sistem pemerintahan Islam, yakni penerapan syariah Islam serta pembentukan dan pembangunan masyarakat Islam. Spirit hijrah semacam ini sejatinya mendorong kita untuk segera meninggalkan sistem dan hukum jahiliah, lalu menerapkan sistem dan hukum Islam. Sistem dan hukum jahiliah adalah sistem dan hukum selain hukum Allah (syariah Islam). Allah SWT telah menjelaskan tentang hukum tersebut. Hanya ada dua jenis hukum; yaitu hukum Allah atau hukum jahiliah. (QS al-Maidah: 50).

Sejatinya proses berhijrah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sabahat. Hijrah inilah merupakan awal, dan sebagai kunci pembuka untuk perjalanan spiritualisme yang lebih panjang dan menyeluruh. Hijrah bukan sekedar untuk gaya hidup bukan pula demi popularitas sesaat. Akan tetapi hijrah itu merupakan pencarian makna ibadah yang lebih dalam, lebih lengkap, dan lebih substantif. Hijrah itu didasarkan atas keimanan, dilakukan secara bersungguh-sungguh dan semata-mata berharap ridho dan rahmat Allah SWT.[]

Wallahu a’lam bish-shawab