September 17, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com,- Alhamdulillahirobbil’alamin. Segala puji hanya milik Allah SWT dengan karunia dan rahmatNya kita dipertemukan dengan Tahun Baru Islam 1443 H. Berbagai peristiwa dan kondisi sudah dilalui. Sejarah umat manusia juga sudah menuju babak-babak akhir. Dalam suatu hadist Rasulullah saw bersabda

“Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja diktator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, Beliau diam”. [HR. Imam Ahmad 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5]

Berdasarkan hadist tersebut telah menunjukkan tentang fase perjalanan umat Islam. Tahun demi tahun kehidupan umat Islam sudah dilewati untuk bertemu dengan fase-fase tersebut. Bahkan umat Islam juga sedang melalui masa pandemi di tengah-tengah tegaknya sistem demokrasi kapitalis yang tidak sedikit menyatakan bahwa masa sekarang adalah masa penguasa diktator. Hal ini berarti tidak lama lagi umat Islam akan sampai kepada masa kepemimpinan Khilafah ala minhaaj al-nubuwwah.

Namun untuk mencapai fase ini diperlukan kesatuan visi bersama. Yaitu memahami bahwasanya masalah utama umat dan metode untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Apabila kita kaji secara mendalam maka masalah utama umat tidak lain tidak bukan adalah tidak diterapkannya syariah. Bidang politik, ekonomi, sosial, pendidikan, sanksi peradilan dan politik luar negeri. Adapun metode untuk menerapkan syariah tersebut adalah dengan tegaknya institusi Daulah Khilafah.

Maka wajar saja ketika institusi tersebut tidak ada lagi, umat Islam dipimpin oleh orang-orang yang tidak amanah. Hal ini juga sejalan dengan hadist dari baginda Rasulullah saw, bahwa kelak akan ada orang-orang yang melalaikan amanah. Imam Ahmad meriwayatkan dari jalur Abu Hurairah ra sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ.

“Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penipuan, di dalamnya orang yang berdusta dipercaya sedang orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat diberi amanah, sedang orang yang amanah dikhianati, dan di dalamnya juga terdapat al-ruwaibidhah.” Ditanya, “Apa itu al-ruwaibidhah wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Yaitu orang bodoh yang berbicara (memberi fatwa) dalam urusan manusia” (HR Ahmad).

Hadits ini memberi suatu peringatan akan suatu masa, yatu suatu masa ketika manusia dipenuhi berbagai intrik dan tipu-muslihat, serta kebohongan-kebohongan baik itu berupa hoax atau ada yang diistilahkan dengan prank. Banyak para pembohong dicitrakan sebagai orang jujur. Sebaliknya, orang jujur dikriminalisasi sebagai pembohong, dan para pengkhianat dipandang amanah, disambut bak pahlawan. Sementara orang yang amanah dianggap sebagai pengkhianat dan dikriminalisasi. Orang-orang bodoh juga dipercayai untuk mengurusi persoalan masyarakat. Akibatnya, terjadi ketidakpastian, kekacauan (chaos) dan kehancuran sangat rentan akan muncul.

Di Indonesia sendiri sudah terjadi. Bagaimana para ulama terus-menerus dikriminalisasi dengan hukuman sanksi penjara bertahun-tahun. Hal ini berbanding terbalik dengan para koruptor, yang mendapatkan keringanan bahkan tidak sedikit yang segera dibebaskan. Oleh karena itu yang diperlukan oleh umat Islam adalah kesatuan bersama untuk menerapkan kembali institusi daulah. Agar umat Islam tidak lagi dikerubungi oleh musuh-musuh umat Islam sebagai santapan makanan mereka. Tsauban ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda

“Umat-umat hampir saja mengerubuti kalian sebagaimana orang-orang yang makan mengelilingi makanannya. Ada sahabat bertanya “Apakah kami pada saat itu berjumlah sedikit?”. Rasulullah saw menjawab. “Bahkan, jumlah kalian saat itu banyak, namun keadaan kalian seperti buih. Sungguh Allah akan mencabut rasa segan dari dada musuh kalian terhadap kalian dan Allah membenamkan dalam hati kalian al-wahn.” Sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa yang dimaksud al-wahn?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut akan kematian.” [HR Abu Dawud]

Inilah kondisi umat Islam saat ini menjadi korban dan penindasan terus-menerus ketika institusi al-khilafah tidak ada. Umat Islam tidak lagi memiliki pelindung, tameng dan perisai. Rasulullah saw bersabda “Sesungguhnya Imam/Khalifah itu adalah perisai/benteng.” [HR Imam Muslim].

Ironis memang, ketika musuh-musuh penguasa Barat bersama anteknya bersatu untuk menghadapi umat Islam, namun umat Islam tidak bersatu di dalam menghadapi mereka. Maka dari itu, momentum tahun baru hijriah ini semoga semakin menguatkan umat Islam dan menyatukan mereka untuk kembali memimpin dunia dan memperbaiki masalah-masalah yang ada. Mari bersatu dan jadilah satu tubuh. []

Wallahu a’lam bis-shawab.