December 6, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Cahya (Pontianak-Kalbar)

Diberitakan bahwa Plt Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek Nizam mengatakan pencarian dana program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bakal dilanjutkan pada tahun 2022. Walaupun sempat terkendala, sampai Desember 2021 ada sekitar 1.100 mahasiswa MSIB, 1.000 mahasiswa KM, dan 780 mahasiswa PMM masih terkendala kelengkapan dokumennya. Kendala pencarian juga dialami sekitar 600 mentor MSIB, 450 dosen pembimbing lapangan KM, dan 180 pendamping PMM (tribunnews.com, 27/12/21).

Nizam menyatakan, program MBKM didanai oleh LPDP memungkinkan mahasiswa peserta, mentor perusahaan dan dosen pendamping mendapatkan dukungan uang saku, biaya hidup, atau honor selagi menjalankan kegiatan. Ia juga menjelaskan tujuan program agar mahasiswa dapat fokus dan bersemangat mencari pengalaman, ilmu baru, dan kompetensi untuk berjejaring. Namun benarkah demikian?

Mengingat program ini bersumber dari anggaran negara, maka rakyat harus tahu dan mengkritisi akuntabilitasnya. Lihat pada tahun 2021, Program MBKM telah diikuti oleh sekitar 12.800 mahasiswa pada program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB), dan 21.700 mahasiswa pada program Kampus Mengajar (KM). Serta 8.200 mahasiswa pada Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), dan 950 mahasiswa pada Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA). Tentu mengalirkan dan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sementara hasilnya pun belum terukur.

Program MBKM masih terus dilanjutkan, dana yang dikeluarkan sangat fantastis. Hal ini menunjukkan pendidikan dalam sistem kapitalis hari ini memang memiliki standar materi semata. Belum lagi output yang perlu dipertanyakan. Mahasiswa terus diarahkan untuk menjadi pekerja yang disandingkan dengan perusahaan-perusahaan dan tentunya untuk kepentingan para pemilik modal. Hal ini berarti hilanglah tujuan utama dari pendidikan yang sebenarnya.

Berbeda halnya dengan sistem pendidikan dalam Islam. Pendidikan dalam Islam memiliki tujuan mencetak generasi penerus pejuang agamanya dengan landasan aqidah yang benar, bukan sekedar menjadi pencetak atau pencari uang semata.[]

Wallahu’alam