October 20, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Dwi Apriyani  (Aktivis Back To Muslim Identity)

Islam adalah agama pemberi rahmat bagi alam semesta  yang diperuntukkan seluruh makhluk tanpa tekecuali. Ketika dunia ini digenggam dengan aturan yang benar maka benar pula akidah setiap insan. Namun ideologi yang diterapkan negara-negara di dunia saat ini, jelas tampak tidak ada perlindungan yang hakiki bagi umat beragama, khususnya bagi agama Islam. Sehingga penghinaan, dan penistaan terhadap syariat Islam dan pembawanya yaitu Nabi tercinta umat islam “Muhammad SAW” terus terjadi dan berulang, bahkan faktanya semakin merajalela.

Saat ini Presiden Prancis Emannuel Macron mengundang kehebohan. Ia disebut telah melakukan serangan dan melukai dunia Islam. Prancis adalah negara yang dengan terang-terangan menghina Nabi Muhammad SAW. Macron mendukung kebebasan berekspresi terkait kontroversi kartun Nabi Muhammad SAW, ia berargumen bahwa prinsip negaranya adalah mendukung kebebasan berpendapat.

Umat Islam wajib marah akan hal ini, karena kecintaan terhadap Allah dan Rosul-Nya sangatlah penting dan bagian dari aqidah Islam pada diri umat Muslim. Maka dari itu wajar kemarahan dan bentuk perlawanan umat Muslim terhadap negara penghina Nabi yaitu Prancis diantaranya adalah dengan memboikot segala produknya. Penghinaan dan pelecehan kepada nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh presiden Prancis ini juga telah membuat kemarahan umat islam di Negara-negara Arab, Timur Tengah, Turki, Qatar Kuwait, Pakistan, dan Bangladesh, di Eropa hingga Indonesia.

Seruan boikot sudah dilayangkan oleh MUI melalui surat pernyataan Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020 tertanggal 30 Oktober 2020. “MUI menyatakan sikap dan mengimbau kepada Ummat Islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari negara Perancis,” bunyi salah satu pernyataan dalam surat yang ditandatangani Wakil Ketua Umum MUI, Muhyiddin Junaidi dan Sekjen MUI Anwar Abbas itu. Boikot ini dilakukan setidaknya hingga Macron mencabut perkataannya dan meminta maaf pada umat Islam dunia yang disebut berjumlah 1,9 milyar jiwa di seluruh dunia. (Kompas.com, 31/10)

“Saya menyerukan kepada orang-orang, jangan mendekati barang-barang Perancis, jangan membelinya,” ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Senin di Ankara. Di Kuwait, jaringan supermarket swasta menyatakan bahwa lebih dari 50 gerainya berencana memboikot produk Perancis. Bahkan ketua dan anggota dewan direksi dari Al-Naeem Cooperative Society memutuskan untuk memboikot semua produk Prancis dan mengeluarkannya dari rak supermarket di Kuwait tersebut. (CNBIndonesia, 27/10). Kampanye boikot ini juga sedang memanas di Yordania dan Yaman. (Sripoku.com, 28/10).

Kejahatan tersebut terjadi dengan mengatasnamakan kebebasan berekspresi. Padahal kebebasan berekspresi sangatlah bertentangan dengan fitrahnya manusia. Beragama adalah fitrah yang dimiliki oleh setiap manusia, sehingga kebebasan berekspresi tidak dapat dijadikan sebagai pembelaan dalam kebebasan, karena setiap manusia berhak beragama tanpa adanya celaan maupun penindasan.

Bukan hanya umat Muslim yang melawan adanya publikasi kartun sebagai penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW, Jalal Chahda sebagai pembawa acara dari saluran berita Ajazirah seorang kristen Levantine Arab dan umat Kristen lainnya juga mencela adanya penghinaan terhadap Nabi, mereka juga turut menolak untuk menyakiti perasaan Muslim atau untuk mengeneralisasi teroris dan mengaitkannya dengan Islam.

Meskipun boikot ini tidak sebanding dengan perjuangan Rasulullah Saw terhadap pembelaannya kepada Islam dan umatnya, namun aksi-aksi boikot dan kecaman terhadap negara penista agama dan penghina Rasulullah merupakan suatu hal yang baik dan seharusnya dilakukan oleh kaum Muslimin untuk menunjukkan kemarahan dan perlawanan terhadap penghinaan Rasulullah Saw. Pemboikotan produk Prancis secara massal menunjukkan bahwa kecintaan umat terhadap Allah SWT dan RasulNya sungguh besar, sehingga harapannya tidak ada lagi penindasan terhadap umat beragama Islam di dunia.

Negeri-negeri kaum Muslimin ini, semakin hari dan semakin bertambahnya problem yang ada, umat semakin paham dan semakin sadar bahwa kini negara dan dunia sedang tidak baik-baik saja, lambat laun kebenaran akan terungkap, syariat Islam penentang kebatilan akan bangkit kembali. Pembelaan terhadap Islam akan murni muncul dari akidah setiap Muslim, sehingga keadilan dan jaminan keselamatan dapat menyebar luas tanpa batasan melalui satu naungan dengan berdirinya syariat Islam sacara kaffah.

Islam adalah solusi dari berbagai problem, keberkahan akan aturanya juga tidak hanya dirasakan oleh umat muslim namun syariat islam menjanjikan keadilan bagi setiap manusia baik beragama maupun tidak beragama. Islam adalah rahmat bagi seluruh alam, islam tahu solusi akan hal ini, selain umat islam di seluruh dunia harus menunjukkan kemarahan ketika Rasulullah SAW dihina dengan memboikot segala produk Prancis.

Namun juga seharusnya kaum Muslimin wajib memboikot sekularisme sebagai penyebab utama munculnya kezoliman. Kaum Muslimin juga wajib untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Prancis, serta kaum Muslimin wajib bersatu menegakkan syariat Islam di bawah naungan satu politik islam yakni Khilafah ala minhajin nubuwwah. Negara Khilafahlah yang  akan memberi pelajaran yang setimpal kepada negara penghina Nabi. []

Wallahu’alam Bis Showwab