November 9, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Nanis Nursyifa

Dalam rangka peringatan hari Santri nasional pada Jumat, 22 Oktober 2021, pemerintah mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dikarenakan potensi jumlah penduduk muslim dan produk syariah yang dimiliki saat ini. Di kutip dari kompas.com (22/10), Presiden joko widodo ingin Indonesia menjadi pemain utama sektor ekonomi syariah dan industri halal dunia. Hal ini mengingat RI merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

“Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia,” kata Jokowi dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10/2021)

Jokowi mengatakan, perkembangan ekonomi syariah Indonesia cukup pesat. Menurut data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, ekonomi syariah RI mengalami pertumbuhan signifikan dari tahun ke tahun.

Disaat negara belum berdasarkan syariah, kebijakan seperti ini dimungkinkan lahir dari cara pandang kapitalistik. Ini bisa kita lihat dari tolok ukur negara yang masih mengambil asas manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Prinsip Sistem Ekonomi Kapitalis

Jika kita mencoba menampilkan sistem ekonomi kapitalis, kita akan menemukan bahwa ekonomi dalam pandangan mereka adalah sistem yang membahas tentang kebutuhan-kebutuhan (needs) manusia beserta alat-alat pemuasnya. Ekonomi kapitalis sesungguhnya hanya membahas aspek material (kebendaan) dari kehidupan manusia. Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, ekonomi kapitalis dibangun atas tiga prinsip :

  1. Problem kelangkaan relatif barang dan jasa yang berkaitan dengan kebutuhan manusia. Maksudnya, barang-barang dan jasa-jasa yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan-kebutuhan manusia yang terus bermunculan dan beraneka ragam. Menurut mereka inilah problem ekonomi yang di hadapi masyarakat.
  2. Nilai (value) suatu barang yang di produksi. Inilah yang menjadi dasar penelitian ekonomi, bahkan yang paling banyak dikaji.
  3. arga (price) serta fungsi yang dimainkannya dalam produksi, konsumsi dan distribusi. Harga adalah alat pengendali dalam sistem kapitalis.

Inilah karakteristik kebutuhan dalam pandangan mereka. Ini juga yang menjadi karakteristik alat-alat pemuas kebutuhan manusia menurut mereka. Karena itu, para pakar ekonomi kapitalis tidak pernah memperhatikan apa yang semestinya harus dijadikan pijakan oleh masyarakat.

Sebaliknya, mereka hanya memperhatikan benda-benda ekonomi dari segi apakah bisa memuaskan kebutuhan atau tidak. Karena itulah, urgensi ekonomi adalah bagaimana memenuhi barang dan jasa atau memenuhi alat-alat pemuas kebutuhan manusia, tanpa memperhatikan pandangan yang lain.

Sistem Ekonomi Islam

Adapun dalam sistem ekonomi Islam menjamin terealisasinya pemenuhan semua kebutuhan primer (basic needs) setiap orang secara menyeluruh. Tak hanya itu, di dalam Islam juga dibahas mengenai cara-cara memiliki harta dan pengembangannya, cara-cara membelanjakan harta dan mengelolanya, mendistribusikan harta kekayaan kepada Individu-individu di tengah-tengah masyarakat. Begitupun tentang kepemilikan.

Di dalam Islam dibahas secara jelas yang mana kepemilikan umum, individu, dan kepemilikan negara serta harta yang menjadi hak Baitul Mal kaum Muslimin, berikut aspek-aspek pengelolaannya. Karena itu, islam telah menjadikan falsafah ekonominya berpijak pada upaya untuk menjalankan aktivitas perekonomian dengan berpegang teguh pada perintah dan larangan Allah SWT, yang didasarkan pada kesadaran adanya hubungan manusia dengan-Nya.

Dengan kata lain, Islam telah menjadikan ide yang digunakan untuk membangun pengaturan urusan rakyat dan kaum Muslimin dalam berbagai bidang kehidupan. Asas ini adalah dengan menjadikan aktivitas perekonomian tersebut sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh hukum-hukum syariat sebagai suatu aturan dalam menjalankan perekonomian.

Maka, sudah seharusnya negeri dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar ini, seharusnya pemerintah tidak ragu lagi untuk mengimplementasikan seluruh syariat termasuk sistem ekonomi Islam karena dorongan iman. Sistem ekonomi islam tidak akan terealisasikan jika negara belum ada kesadaran akan kebutuhan ekonomi islam itu sendiri.

Atas dasar dorongan iman dan akidah inilah prinsip dalam menerapkan syariah. Dengan penerapan ekonomi Islam, niscaya Allah SWT akan menurunkan berkah kepada negeri ini. Termasuk bagi negara serta rakyat yang ada di dalamnya akan mendapatkan kemaslahatan (keuntungan, kesejahteraan) dan menjadi gravitasi atau kiblat ekonomi global.[]

Wallahu’alam bisshowwab