April 13, 2024

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Berbagai Problematika Generasi Remaja

Oleh : Umar (Mahasiswa Pencari Ridho Allah)

Ada beberapa faktor yang saat ini dapat merusak anak-anak remaja dan pemuda di zaman sekarang. Dan hal ini dapat terjadi tanpa kita sadari, bahkan hampir-hampir diantara remaja tersebut tidak ada yang peduli, padahal perkara yang sangat penting, apa saja faktor-faktor tersebut?

Pertama games, fakta yang terjadi pada anak-anak remaja sekarang ini bahkan termasuk anak kecil hingga orang tua terlena dengan permainan atau games. Masalahnya adalah games tersebut menghabiskan waktu sehingga meninggalkan kewajiban dari Allah SWT. Padahal waktu yang berharga ini seharusnya dapat digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, karena sangat disayangkan jika waktu mudah berlalu begitu saja. Inilah yang menjadi masalah namun ternyata banyak yang tidak menyadari hal tersebut.

Adapun yang kedua adalah film. Dari kecil kita sudah dihadapkan oleh tontonan-tontonan yang tidak mendidik, diantaraya sinetron – sinetron yang menceritakan tentang pacaran, perselingkuhan, hancurnya rumah tangga, tampilan kekayaan dan kesombongan. Akhirnya tontonan tersebut menjadi contoh yang ditiru oleh para remaja.

Film – film kartun anime juga banyak dihadirkan sejak masih anak-anak. Kartun yang dijadikan tontonan tersebut tidak ada di dunia nyata dan hanya sekedar khayalan ataupun halusinasi belaka. Bahkan sampai ada yang berangan – angan ingin menjadi pemeran pada film kartun tersebut, dan dijadikan idola bagi mereka. Inilah fakta yang terjadi di kehidupan para remaja sekarang.

Perlu diketahui ada suatu kejadian yang ini bukanlah suatu film, bukan pula sinetron, apalagi pahlawan kartun anime. Namun ini kisah yang benar-benar nyata yang sudah ditorehkan dalam tinta emas sejarah yang sampai saat ini belum ada yang mampu menyamai torehan sejarah tersebut, kecuali memang remaja harus memiliki visi dan tujuan yang sama.

Merekalah sahabat-sahabat nabi yang masih muda dan remaja. Diantaranya ada Khalid bin walid, dikenal dengan sebutan “Pedang Allah”, dan masih banyak lagi sahabat-sahabat nabi lainya. Inilah yang sebenarnya patut untuk ditonton, ditiru dan dipelajari sejarahnya, dan mereka benar-benar ada di dunia nyata sehingga secara fakta sudah pernah ada bukan sekedar khayalan atau halusinasi.

Berikutnya yang mempengaruhi remaja saat ini adalah fashion. Apa yang kita dengar dari kata fashion tentu saja pasti muncul gambaran di dalam benak kita adalah tentang pakaian, style dengan mengunakan berbagai merek yang branded dan terkenal. Selain fashion merek-merek barang-barang teknologi terutama seperti handphone. Intinya hidup serba fashion dan stylish.

Jika kita mau menalaah dan mengkaji lagi, banyak anak-anak sekarang yang mengikuti fashion dan stylish bukanlah dari orang-orang yang mampu, bahkan kebanyakan dari keluarga yang tidak mampu. Mereka bergaya sesuai fashion hanya untuk memenuhi gaya hidup di kota. Mereka lupa dengan orang tuanya sedang bersusah payah dan berpanas-panas di kampung bekerja sebagai seorang petani hanya untuk membiayai kehidupan anaknya yang ternyata sedang hidup berfoya-foya sesuai fashion yang diinginkan.

Itulah generasi remaja saat ini, mereka rela hidup bermerek yang mahal hanya demi gengsi. Padahal secara fakta hidup itu mudah dan sesuai kebutuhan kita sebagai manusia.

Kebutuhan bagi manusia adalah sesuatu yang diperlukan. Secara fakta kebutuhan itu ada dua jenis, pertama kebutuhan untuk memenuhi hidup atau kebutuhan jasmani. Kebutuhan ini harus dipenuhi karena jika tidak dipenuhi maka akan menyebabkan manusia akan sakit bahkan mati. Kebutuhan jasmani tersebut diantaranya adalah kebutuhan makan dan minum.

Jenis yang kedua adalah kebutuhan naluri, yang berkaitan dengan naluri beragama, naluri eksistensi diri dan naluri ketertarikan dengan lawan jenis. Jika kebutuhan ini tidak dipenuihi maka manusia bisa gelisah. Inilah dua kebutuhan yang sebenarnya  cukup bagi manusia untuk dipenuhi.

Beda halnya dengan keinginan. Keinginan jika kita turuti maka tidak akan pernah ada cukup-cukupnya. Karena keinginan bukanlah kebutuhan. Akan tetapi hanya sekedar untuk kepuasan diri, yang tidak akan pernah bisa dipuaskan. Sampai-sampai dengan rela membiaya keinginan dengan biaya tinggi dan mahal, padahal dengan harga murah sudah bisa didapatkan. Itulah yang seharusnya kita pahami, yaitu mindset tentang kebutuhan dan keinginan.

Dan ingatlah hadis dari Nabi Muhammad saw. Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَوْ أَنَّ لاِبْنِ آدَمَ وَادِيًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَادِيَانِ ، وَلَنْ يَمْلأَ فَاهُ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekai tidak akan memenuhi mulutnya (merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 6439 dan Muslim no. 1048)

Dalam lafazh lain disebutkan,

عَنْ عَبَّاسِ بْنِ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِمَكَّةَ فِى خُطْبَتِهِ يَقُولُ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَقُولُ « لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ أُعْطِىَ وَادِيًا مَلأً مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا ، وَلَوْ أُعْطِىَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَالِثًا ، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلاَّ التُّرَابُ ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ

Dari Ibnu ‘Abbas bin Sahl bin Sa’ad, ia berkata bahwa ia pernah mendengar Ibnu Az Zubair berkata di Makkah di atas mimbar saat khutbah, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seandainya manusia diberi satu lembah penuh dengan emas, ia tentu ingin lagi yang kedua. Jika ia diberi yang kedua, ia ingin lagi yang ketiga. Tidak ada yang bisa menghalangi isi perutnya selain tanah. Dan Allah Maha Menerima taubat siapa saja yang mau bertaubat.” (HR. Bukhari no. 6438).[]

Wallahu’alam