October 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Dimasa pandemi, banyak sekali masyarakat yang kehilangan pekerjaan serta usaha-usaha yang akhirnya gulung tikar. Ada juga yang masih bekerja tetapi tidak digaji penuh oleh perusahaan akibat pendapatan perusahaan yang menurun. Wajar saja pandemi ini hampir membuat lesu pengusaha di segala sektor. 

Masyarakat yang terdampak pandemi mendapatkan bantuan sosial (Bansos) sembako dari berbagai pihak swasta maupun pemerintah. Sehingga sedikit banyak dapat membantu dapur masyarakat agar bisa mengepul. 

Namun, banyak juga aduan masyarakat yang belum menerima Bansos dari pemerintah padahal sudah mendaftar. Serta keluhan lainnya seperti bantuan tidak dibagi kepada penerima bantuan, jumlah bantuan kurang, nama didaftar bantuan tidak ada (penerima fiktif), atau bahkan mendapat bantuan lebih dari satu. Belum lagi bantuan yang diterima kualitasnya buruk, terima bantuan tapi tidak layak. Hingga 3 juli 2020 jumlah pengaduan mencapai 621. Pengaduan ini diterima KPK melalui platform jaga Bansos covid-19 (8/6)

Mengingat bantuan dimasa pandemi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Seyogianya pemerintah benar-benar mendata dengan baik agar implementasi penyaluran Bansos yang simpang siur dan tidak terarah ini dapat diperbaiki kearah yang positif. Agar tiada lagi pengaduan-pengaduan negatif masyarakat mengenai Bansos covid-19 ini.

Ummu Abdilla
Pontianak-Kalimantan Barat