August 2, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Ummu Zaidan (Aktivis Islam dan Pemerhati Remaja)

Pergaulan bebas telah menjadi life style generasi di kalangan remaja milenial saat ini dan juga menambah deretan persoalan yang tiada henti di negeri kita seperti wabah yang tidak kunjung usai.

Sebagaimana dilansir dari Liputan6, Jumat (26/3), Satpol PP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjaring belasan pasangan bukan suami istri yang kedapatan berada dalam satu kamar di sejumlah hotel dan kos di bilangan BSD.

Akhirnya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan kepada para remaja dan generasi milenial soal bahaya seks bebas. Muhadjir mengatakan, generasi muda Indonesia harus diselamatkan dari bahaya seks bebas. “Khususnya di kalangan generasi milenial yakni para remaja dan pemuda. Remaja Indonesia harus terselamatkan dari dampak buruk globalisasi tersebut,” ujar Muhadjir dikutip dari siaran pers. (Kompas.com, 4/11/2020).

Seks bebas telah membius generasi muda. Cinta adalah sesuatu yang harus diungkapkan oleh pemuda dan pemudi yang sedang dimabuk asmara akibat dari pandangan mata turun ke hati. Pacaran  juga merupakan  sesuatu yang harus diwujudkan untuk memperjelas status hubungan mereka. Istilah petting, kissing, necking hingga seks menjadi sesuatu yang harus diimplementasikan sebagai bukti cinta tersebut.

Generasi muda digiring menjadi generasi rusak tanpa menyadari perannya sebagai generasi perubahan. Virus seks bebas inilah yang tidak disadari oleh banyak para pemuda. Dan virus ini yang sengaja ditancapkan ke dalam benak generasi agar menjadi generasi yang tidak unggul dan tidak berkualitas.

Mental generasi saat ini juga telah dimasuki oleh pemikiran sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) dan liberalisme (serba bebas). Melalui pengaruh media, kurikulum pendidikan, lingkungan dan aturan, pemikiran-pemikiran tersebut ditancapkan. Dan pemikiran ini merupakan ide kufur yang tidak bersumber dari Islam dan bertentangan dengan Islam.

Di dalam hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِي بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ. فَقِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَفَارِسَ وَالرُّومِ؟ فَقَالَ: وَمَنِّ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ؟

“Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga umatku mengambil langkah generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta.” Lalu dikatakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, apakah bangsa Persi dan Romawi?” Beliau bersabda, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari no. 6774)

Pergaulan adalah sesuatu yang fitri dalam kehidupan bermasyarakat karena kita sebagai makhluk sosial tentunya perlu untuk saling berinteraksi dengan sesama manusia. Namun agar pergaulan ini tetap berada pada jalan yang benar maka harus berpegang pada kaidah islam dan tidak boleh serba bebas seperti kondisi sekarang ini.

Islam juga sudah mempunyai solusi untuk menjaga pergaulan dan interaksi antara laki-laki dan perempuan serta untuk menghilangkan ide pergaulan bebas. Diantaranya adalah pertama, memberikan  pendidikan yang berkualitas yang berasaskan pada aqidah Islam dan kurikulum yang islami sehingga mampu mencetak generasi gemilang menguasai sains dan teknologi serta taat kepada aturan Islam. Kedua, menutup seluruh akses pornografi di semua media.

Ketiga, mengedukasi generasi tentang pergaulan Islam yang benar, misalnya larangan khalwat, ikhtilat, dan senantiasa menundukkan pandangan. Keempat, mencegah masuknya budaya asing yang bertentangan dengan Islam ke dalam negeri dan Kelima memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku zina, dan pelaku-pelaku yang mengarah kepada pelanggaran syariat terhadap pergaulan antara laki-laki dan perempuan.

Generasi muda adalah aset bangsa dan negara. Perhatian yang besar kepada mereka memberikan kekuatan positif dalam peradaban dunia. Jika generasi semakin rusak justru akan dapat meruntuhkan bangsa dan negara karena di tangan merekalah sebagai penerus estafet kepemimpinan negara.

Alhasil generasi yang berkualitas adalah dambaan umat dan harapan bersama. Semua itu hanya akan dapat terealisasi dan terwujud apabila aturan islam diterapkan. Karena hanya aturan dari yang Maha Tahu yang paling mampu memberantas pelanggaran terhadap pergaulan yang salah, serta aturan Islam mampu mewujudkan generasi yang bangkit secara pemikiran dan perilaku kepada tingkah laku yang mulia. []

Wallahu a’lam bishowwab