September 27, 2022

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Akhir-akhir ini media sosial memperlihatkan sebuah video yang memperlihatkan seorang remaja perempuan berjilbab yang mendapatkan intimidasi dari rekan-rekan kampusnya. Dalam sebuah video yang menjadi viral tersebut tampak seorang mahasiswi berusia 19 tahun terlihat memasuki kampusnya saat segerombolan pria mendekatinya.

Mengenakan selendang safron – warna yang diasosiasikan dengan kelompok nasionalis Hindu dan agama Hindu pria-pria tersebut mulai meneriakkan “Jai Shri Ram” atau “salam Tuhan Ram”. Saat mereka terus mengolok-oloknya, Muskaan Khan, yang mengenakan jilbab, tetap berdiri dan bertahan di tempatnya – berteriak “Allahu Akbar” (Tuhan Maha Besar) sebagai balasannya (09/2/22).

Sebenarnya masih ada banyak kasus penolakan jilbab di negara India yang mayoritas masyarakatnya beragama Hindu. Penolakan terhadap ajaran Islam seakan-akan menjadi sesuatu yang lumrah, terlebih jika Islam berada diantara mayoritas agama lain. Penindasan, kekerasan bahkan penganiayaan sudah menjadi hal biasa bagi umat Muslim disana. Hal ini bertentangan dengan slogan kebebasan yang mereka gaungkan. Begitu juga dengan larangan hijab saat ini adalah bagian dari  bukti kekejaman Rezim penguasa India terhadap umat Muslim.

Rezim penguasa dari partai radikal Hindu semakin banyak mengeluarkan kebijakan anti Islam dan tentunya ini semakin menggencarkan ide Islamphobia. Adapun Islamphobia sendiri dimaknai sebagai sinisme, prasangka buruk, salah faham, ketidaksukaan dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.

Islamphobia sesungguhnya memiliki akar sejarah yang panjang. Ia tidak dapat dipisahkan dari sejarah perseteruan antara Islam dan Nasrani. Titik kulminasinya pada peristiwa Perang Salib yang berlangsung lebih dari dua abad. Islamphobia sesungguhnya adalah merupakan bentuk dari Perang Salib di era modern saat ini.

Di tingkat global dunia, penguatan Islamphobia terjadi pasca peristiwa 9/11. Sejak saat itu ada seruan Amerika Serikat untuk melakukan perang melawan terorisme secara global. Sejak saat itu pula umat Islam mendapatkan stereotip sebagai kelompok teroris. Islam pun dicitrakan sebagai agama yang mengajarkan terorisme.

Umat Islam Tidak boleh Diam

Melihat kemungkaran yang terjadi tentu saja umat Islam tidak boleh diam begitu saja. Islam jelas mengajari umatnya untuk selalu melakukan amal ma’ruf nahi mungkar dalam kondisi apapun. Termasuk dalam melawan bentuk kedzaliman yang diarahka dan ditujukan kepada umat Islam maupun ajarannya. Seperti sabda Rasulullah saw:

“Siapa saja diantara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, dengan lisannya. Jika tidak mampu, dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman.” (HR.Muslim)

Menentang setiap kebijakan zalim penguasa merupakan salah satu aktifitas amar ma’ruf nahi mungkar yang pahalanya sangat besar.

Menanamkan Pemahaman Islam kaffah Kepada Umat

Menyadarkan umat Islam tentang pentingnya Islam kaffah harusnya menjadi visi misi kita saat ini. Memberi pemahaman kepada mereka bahwa Islam tidak hanya mengatur aspek ritual dan spiritual semata, tetapi Islam juga mengatur seluruh aspek kehidupan manusia termasuk di dalamnya sistem politik pemerintahan, uqubat (sanksi hukum), interaksi laki-laki dan perempuan, pendidikan, kesehatan dan aspek lainnya.

Memahami kesempurnaan dan menyeluruhnya aturan Islam, umat tidak akan terjebak hanya mengamalkan sebagian ajaran Islam. Ia akan mengamalkan seluruh ajaran Islam, termasuk menjadikan Islam sebagai panduan hidup dalam merumuskan berbagai kebijakan dan kemaslahatan untuk seluruh manusia.

Penerapan Islam secara kaffah tidak akan membiarkan berbagai macam bentuk serangan terhadap Islam. Karena Khalifah sebagai pemimpin umat Islam akan menindak tegas orang-orang yang melakukan serangan terhadap Islam. Dengan adanya Khalifah, umat islam, ajaran, maupun agamanya akan selalu terjaga marwah serta kewibawaannya.[]

Wallahu’alam bisshowwab