April 13, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh: Mia Purnama

Varian baru virus Corona B117  telah masuk ke Indonesia. Dilansir dari Global Initiative for Sharing All Influenza Data (GISAID) pada 14 Maret 2020 menyebutkan bahwa kini sudah ada 7 temuan kasus di Indonesia. (Tirto.id, 15/3/2021). Namun masuknya varian baru Virus Corona B117 ini disikapi presiden dengan tenang dan mengharapkan masyarakat tidak khawatir.

“Bapak, Ibu, saudara-saudara sebangsa, setanah air, saya mengimbau bapak, Ibu, saudara semuanya untuk tidak perlu khawatir karena ditemukannya dua kasus positif Covid-19 dengan mutasi virus dari Inggris atau B117,” kata Jokowi dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3). (CNNIndonesia, 4/3/2021)

Pernyataan dan sikap pemerintah yang seolah tak mengkhawatirkan varian baru Virus Corona B117 semakin menunjukkan buruknya kinerja pemerintah. Pasalnya pemerintah tidak mampu  mengantisipasi masuknya Virus Corona varian baru. Itulah yang membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menurun.

Sebenarnya kekhawatiran masyarakat terhadap varian baru Virus Corona B117 memiliki landasan. Salah satuya yang di sampaikan oleh Epidemiolog Griffith University, Australia, Dicky Budiman. Beliau menyebutkan bahwa ancaman virus Corona B117 ini cukup serius.  Menurut Dicky, virus Corona B117 lebih cepat menular ketimbang Covid-19 yang sudah lama menyebar di Indonesia. Tingkat kematiannya pun cukup tinggi.

“Sebesar 30 persen lebih cepat menyebabkan kematian karena virologinya tinggi,” jelas Dicky. (Detiknews, 4/3/2021)

Selain karena penularannya yang cepat, fasilitas kesehatan negeri ini juga tidak siap dengan kedatangan varian baru Virus Corona B117. Sebelum munculnya kasus pertama varian baru Corona B117, Epidemiolog Universitas Erlangga, Windhu Purnomo memperkirakan bahwa fasilitas kesehatan di indonesia akan lumpuh, bila varian baru virus Corona mutasi jenis baru masuk ke Indonesia.  (Mistar.id, 28/12/2020)

Wajar jika dikatakan bahwa fasilitas kesehatan di Indonesia akan lumpuh karena Corona B117. Karakteristik varian baru virus tersebut memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dan masif sehingga akan berakibat pada penambahan kasus baru. Itulah yang akan menyebabkan rumah sakit kelabakan dan kewalahan menangani pasien yang jumlahnya semakin banyak. Jika keadaan seperti ini terus terjadi, maka harapan masyarakat bahwa Corona akan berakhir semakin pupus.

Semua ini terjadi karena kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah  sejak awal pandemi sejatinya jauh panggang dari api. Misalnya kebijakan pemerintah yang tidak segera menerapkan  lockdown lokal pada wilayah pertama yang terinfeksi Covid-19. Bahkan orang asing masih bebas masuk ke negeri ini, pariwisata di buka lebar, penerapan new normal tanpa tracing dan testing secara masif yang gratis, hingga impor tenaga asing masih terjadi di masa pandemi.

Semua ini memperlihatkan secara jelas bahwa perlindungan terhadap keselamatan masyarakat dinomor duakan atau tidak di prioritaskan. Sementara kepentingan ekonomi atau kepentingan yang bersifat materi atas nama menyelamatkan ekonomi yang sedang resesi justru lebih diutamakan. Inilah yang dinamakan sistem kapitalisme, yakni sistem yang menjadikan keuntungan materi diatas segalanya. Selama sistem ini masih dijadikan sebagai pijakan dalam beraktifitas dan mengurusi urusan masyarakat, maka semua permasalahan masyarakat tidak akan terselesaikan dengan tuntas. Malah akan menimbulkan masalah – masalah baru, tidak terkecuali masalah pandemi.

Hanya islam yang terbukti mampu mengatasi maslah pandemi hari ini. Islam mengambarkan bahwa negara (pemimpin) sebagai pengembala dan rakyat adalah pengembala. Seorang pengembala punya tanggungjawab atas gembalaannya. Mulai dari memberi makan, menjaga kesehatan, menyediakan tempat tinggal, mengobatinya jika sakit, hingga melindunginya dari para pemangsa.

Abdullah bin Umar mengatakan, Rasullullah saw berkata ”Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dari kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan bertanggung jawab dengan kepemimpinannya atas mereka”. (HR Abu dawud)

Salah satu bukti pemimpin bertanggung jawab ialah dengan menjamin kesehatan dan keselamatan rakyatnya. Melakukan berbagai cara untuk melindunginya. Misalnya melakukan lockdown lokal sejak awal kemunculan virus, melarang WNA masuk kedalam negeri dengan alasan apapun, melakukan tes massal serta menjamin seluruh kebutuhan hidup rakyat dan sebagainya.

Namun tentu saja, pemimpin dan kebijakan ini tidak akan lahir dari sistem rusak buatan manusia yang lemah. Pemimpin yang hanya memikirkan keuntungan materi di atas keselamatan rakyatnya. Akan tetapi pemimpin itu akan muncul dari sistem yang baik dan benar yang berasal dari Al-Khaliq. Pemimpin yang menganggap bahwa kepemimpinannya adalah amanah yang akan di pertanggungjawabkan hadapan Allah SWT kelak.  Kepemimpinan seperti itu hanya ada dalam sistem Islam yang dikenal dengan Daulah Islamiyah [Red_Khilafah Islamiyah].[]

Waallahu’alam Bisshowwab