August 4, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Khairani (Aktivis Back to Muslim Identity)

Pembahasan mengenai kasus pornografi tidak pernah terlepas dari para remaja. Hal ini disebabkan karena mereka adalah komponen masyarakat yang paling rentan terhadap konten pornografi, dan tentu menjadi hal yang sangat berbahaya jika mereka telah terpapar oleh konten tersebut.

Namun sangat disayangkan, perkembangan teknologi hari ini menjadikan konten-konten berbau pornografi dapat diakses dengan sangat mudah. Ditambah lagi pola asuh para orang tua yang salah, yang berujung pada lemahnya pemahaman anak untuk membedakan mana konten yang pantas dan tidak pantas untuk di akses.

Baru-baru ini, jagad dunia maya dihebohkan dengan pernyatan seorang artis yang mengaku menemani anak-anaknya ketika menonton film porno.

“Anak-anakku kebetulan anak-anak yang terbuka. Nggak mungkinlah ya anak-anak kita nggak nonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macem, akan ada,” ujar artis tersebut.

“Jadi mendingan dari pada gini-gini mending kita jadi temen aja, ‘gimana nonton kayak gini, asik ya?’, ‘bunda jangan gini-gini’, ‘aduh biasa aja bro’, aku gitu,” ungkapnya.

Sontak pernyataan tersebut ditanggapi oleh Ketua Komisi Pengawasan Anak (KPAI), Susanto, dengan menyatakan, “Konten porno itu konten berbahaya. Dampak negatifnya serius bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya (detik.com, 04/06/2021)

Paham Liberal Telah Menyasar Kedalam Keluarga Muslim

Tidak anak, tidak orang tua. Di kehidupan yang penuh dengan kebebasan hari ini, tidak menutup kemungkinan semuanya dapat menjadi pelaku kemaksiatan. Alih-alih mengajari anak, justru orang tua malah menemani anaknya untuk menyaksikan film porno, dan dia menganggap itulah cara yang baik dalam memberikan pemahaman kepada anak.

Inilah bukti, bahwa pemahaman liberal telah menyasar kedalam keluarga muslim. Liberalisme merupakan paham kebebasan yang muncul dari akidah sekulerisme, yaitu akidah yang dimiliki oleh Ideologi Kapitalisme. Akidah ini menyatakan bahwa agama haruslah dipisah dari kehidupan, dan cukuplah agama hanya mengatur dalam ranah private seperti shalat, zakat, puasa, dsb. Sedangkan untuk mengatur kehidupan maka agama tidak perlu dibawa-bawa.

Pemikiran ini tiada hentinya digencarkan oleh barat untuk memberangus generasi dan keluarga muslim. Sehingga hari ini banyak para orang tua yang telah terpapar oleh pemikiran sekuler dan menjadikannya sebagai acuan untuk mendidik anak-anaknya.

Padahal telah jelas bahwa sekulerisme-liberal adalah sesuatu yang rusak dan membuahkan hasil yang rusak pula. Namun dikarenakan minimnya peran negara dalam menjaga generasi dan keluarga muslim, maka wajarlah jika virus pemikiran ini terus menyebar.

Peran Penting untuk Menjaga Generasi

Anak adalah amanah yang Allah berikan kepada orangtua. Sehingga mereka haruslah menjaga dan mendidik anaknya dengan benar, disebabkan suatu saat Allah akan memintai pertanggungjawaban kepada mereka atas amanah tersebut.

Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, yang artinya :
“Seorang laki-laki adalah pengembala didalam keluarganya dan ia bertanggungjawab terhadap gembalaannya. Dan seorang wanita adalah pengembala didalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab terhadap gembalaannya itu.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Namun bukan hanya orangtua yang mengemban tanggungjawab ini, melainkan ada tiga komponen penting yang harus ada untuk memastikan generasi dapat terjaga dan terdidik dengan benar. Adapun komponen pertama yaitu keluarga, karena keluarga adalah lingkungan paling dekat dengan anak. Kemudian yang kedua adalah masyarakat yaitu lingkungan tempat generasi tumbuh dan hidup bersama. Dan yang ketiga adalah negara, karena negara dapat memberikan kebijakan serta aturan, sehingga terciptalah sebuah sistem yang mampu untuk menjaga generasi.

Cara Islam Menjaga Generasi

Ketika kita menginginkan lahirnya generasi gemilang, maka Islam lah jawabannya. Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna. Islam tidak sekedar mengatur hal-hal dalam ranah private saja, namun Islam mempunyai aturan terbaik yang dapat mengatur seluruh aspek kehidupan.

Didalam negara yang menerapkan syariat Islam, ada beberapa hal yang negara lakukan untuk menjaga generasi yaitu : Pertama, negara akan menerapkan sistem pendidikan Islam. Ketika Islam dijadikan sebagai landasan dalam pendidikan, maka sistem pendidikan tersebut akan melahirkan generasi-generasi yang tidak hanya cerdas namun juga bertakwa.

Kedua, menerapkan sistem pemerintahan dan politik ekonomi Islam. Sehingga Islam akan dijadikan landasan dalam setiap kebijakan serta aturan. Misalnya dalam bidang media, negara akan memastikan bahwa konten yang ditayangkan adalah konten yang membawa kebaikan, mencerdaskan dan berisi syiar-syiar Islam. Negara pun akan melarang tayangan konten yang buruk apalagi membawa kepada kemaksiatan. Kemudian dengan sistem ekonomi Islam, maka negara akan mampu mensejahterakan masyarakat, terutama menjamin pendidikan yang berkualitas untuk semua lapisan masyarakat.

Ketiga, mewujudkan lingkungan yang Islami. Negara pasti akan melarang kebiasaan-kebiasaan yang bertentangan dengan Islam.

Keempat, menegakkan sistem sanksi yang tegas. Negara akan memberikan hukuman kepada pihak-pihak yang dengan sengaja bermaksiat dan melanggar syariat Islam. Sehingga para pelaku akan mendapatkan efek jera, dan pada akhirnya tidak ada yang berani untuk melakukan pelanggaran lagi.

Maka, tidak seperti ideologi kapitalisme yang menyingkirkan peran agama dalam mengatur kehidupan, yang pada akhirnya memisahkan agama dengan negara. Islam justru menjadikan kehidupan ini menjadi baik, jika Islam itu diterapkan.

Oleh karena itu, jika kita menginginkan lahirnya generasi-generasi terbaik maka kita harus menjadikan Islam sebagai sistem yang mengatur kehidupan ini. Dan hal itu hanya dapat terwujudkan dengan adanya sebuah institusi yang menerapkan Islam secara menyeluruh, yaitu negara yang bernama Khilafah ‘ala minhajin Nubuwwah. Wallahu A’lam []