October 24, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Kholid Mawardi

Terungkapnya gaji dan berbagai tunjangan DPR membuat publik negeri ini heboh. Angkanya cukup wow.

Menurut pengakuan salah satu anggota DPR RI fraksi PDIP yang juga penyanyi, Krisdayanti, dalam sebulan ia menerima gaji pokok Rp16 juta, kemudian Rp59 juta lainnya merupakan uang tunjangan.

Selain gaji dan tunjangan, ia juga mengungkapkan ada dana lain yang diterima, yaitu berupa dana aspirasi senilai Rp450 juta yang diterima 5 kali dalam setahun dan uang kunjungan dapil atau daerah pilihan sekitar Rp140 juta, 8 kali dalam setahun.

Angka-angka tersebut diungkapkan dalam video “NEKAT! KRISDAYANTI BERANI BICARA POLITIK DISINI! | AF UNCENSORED” yang tayang di akun YouTube Akbar Faizal Uncensored.

Dari pengakuan tersebut, ada warganet yang iseng-iseng mencoba menghitung pendapatan total dalam setahun, jumlahnya sekitar Rp4,27 miliar. Segeerrr…

Meskipun belakangan ada klarifikasi, bahwa dana aspirasi yang diterima tidak masuk ke kantong pribadi tetapi untuk kegiatan menghimpun aspirasi di daerah. Entahlah…

Yang pasti, terungkapnya angka tersebut membuat masyarakat kian nyesek di tengah kinerja DPR RI yang kurang terlihat nyata untuk perbaikan negeri ini.

Sebelumnya, publik pun dibuat tercengang dengan suguhan fakta yang menunjukkan 70,3 persen pejabat negara mengalami kenaikan kekayaan di saat rakyat kian kesulitan di tengah pandemi. Ironis!

Belum lagi keserakahan dan kerakusan pejabat yang terus mewarnai kehidupan politik di negeri ini. Suap, korupsi, jual beli jabatan, gratifikasi dan seabrek kecurangan lainnya yang semata-mata untuk memuaskan hawa nafsu dan birahi kekuasaan.

Sejatinya fakta-fakta tersebut adalah sesuatu yang sangat lumrah terjadi di negara yang bersistem demokrasi. Bagaimana tidak, demokrasi adalah sistem yang berasas sekular yang mengabaikan aturan agama dalam pengaturan kehidupan. Maknanya, seruan dan perintah agama bukanlah panduan tapi sebatas formalitas pengakuan eksistensi Tuhan. Halal haram bukan patokan. Kenikmatan dunia adalah tujuan.

Makanya, memenuhi godaan dunia adalah sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Nafsu berkuasa dipupuk begitu rupa. Modal besar yang dibutuhkan untuk mengejar kekuasaan pun dihambur-hamburkan. “Nanti juga bisa balik modal” begitu yang mereka pikirkan. Kalau pun syahwat harta dan kuasa belum terpenuhi, bisa berbuat curang dengan membuat aturan-aturan yang ‘legal’. Sempurna!

Demokrasi hanya akan melahirkan orang-orang yang selalu tergiur dengan godaan dunia. Tergoda berkuasa, tergoda menumpuk harta dengan segala cara dan juga tergoda dengan wanita.

Padahal, di negeri ini banyak kaum Muslim yang mendambakan kehidupan sekular demokrasi, bahkan mayoritas. Sebagai Muslim seharusnya tidak ada pilihan lain dalam mengatur kehidupan, kecuali memilih aturan yang telah Allah SWT turunkan. Islam! Ya Islam telah mengatur dengan sempurna tata kehidupan manusia.

Terkait godaan dunia, Rasulullah SAW pun telah mengingatkan kita ”Hati-hatilah kalian dari pesona dunia dan hati-hatilah dari goda rayu wanita.” (HR. Ad-Dailami).

Dalam sabda lainnya, Rasulullah SAW menuturkan: “Setiap umat memiliki godaan, dan godaan (terbesar) umatku adalah harta.” (HR Tirmidzi).

Terkait kekuasaan, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah ada seorang pemimpin yang mengurusi urusan kaum Muslim namun kemudian tidak bersungguh-sungguh dan tidak memberikan nasehat kecuali dia tidak akan masuk surga bersama mereka (rakyatnya).” (HR. Muslim).

Cukuplah peringatan dari manusia mulia Rasulullah SAW sebagai pengingat dan pedoman perilaku kita dalam menghadapi godaan dunia. Insya Allah hidup akan bahagia. Mau?[]