August 1, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Oleh : Fitri Khoirunisa, A.Md (Muslimah Ideologis Khatulistiwa)

Islam berulang kali dilecehkan di berbagai negara, baik itu negeri mayoritas Muslim terlebih lagi  di negeri umat Muslim yang jadi minoritas. Islam senantiasa jadi bahan pelecehan dan kezaliman pada sistem kapitalis yang diterapkan saat ini. Mulai dari melecehkan Al-Quran, penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad saw, masalah jilbab, Cadar ,dan hukum-hukum syariah Islam lainnya diantaranya adalah Khilafah.

Baru-baru saja terjadi peristiwa pelecehan terhadap Al-quran, yakni sebuah aksi pembakaran Al-quran yang sistematis dilakukan dengan dukungan politisi khususnya di Swedia dan Norwegia. Hal ini merupakan bukti bahwa islamophobia adalah penyakit sistematis masyarakat Barat yang sekuler dan anti-Islam.

Sebagaimana diberitakan, ketegangan memuncak di Ibu kota Norwegia, Oslo, ketika seorang pengunjuk rasa anti-Islam merobek-robek halaman-halaman Alquran. Kepolisian Norwegia sampai menembakkan gas air mata untuk memisahkan dua kelompok yang bentrok.

Sedikitnya ada 30 orang yang ditangkap polisi Norwegia. Akibat bentrokan tersebut, unjuk rasa anti-Islam di Oslo pada Sabtu (29/8) membuat acara itu diakhiri lebih awal dari jadwalnya. Seperti dilansir Deutsche Welle (DW) pada Ahad (30/8), unjuk rasa anti-Islam itu diorganisir kelompok Stop Islamisasi Norwegia (SIAN). Unjuk rasa berlangsung di dekat gedung parlemen Norwegia. (viva.co.id,30/08/2020).

Ironisnya, peristiwa ini mendapatkan pembelaan dari Perdana Menteri Norwegia, Erna Solberg. Solberg menyebut aksi tersebut sebagai bentuk kebebasan berpendapat (cnnindonesia.com, 02/09/2020).

Meski negara Barat menganggap tindakan ini bertentangan dengan hukum, namun munculnya aksi sejenis ini berulang kali menggambarkan kegagalan secara sistemik untuk menjamin keadilan dan kebebasan beragama. Aksi perobekan dan peludahan serta pelecahan itu adalah bentuk kekalahan mereka terhadap kebenaran Al Quran. Allah SWT berfirman di dalam Surat Al Baqarah ayat 23 disebutkan:

وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا۟ بِسُورَةٍ مِّن مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُوا۟ شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Dan jika kamu meragukan (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya” [TQS Al-Baqarah : 23]

Ayat ini turun ketika penduduk Makkah tidak percaya bahwa apa yang Rasulullah saw. sampaikan itu adalah firman Allah SWT, dan mengira apa yang Muhammad saw. sampaikan itu perkataan orang Arab dan karangan Muhammad saw. semata. Allah SWT menjamin bahwa Al-Quran adalah benar-benar firman yang datang dariNya. Bagi yang meragukan kebenaran Al-Quran, silahkan buat satu surah yang setara dengan Al-Quran. Bisa merobek dan meludahi mushaf Al-Quran bukan bukti bahwa dia telah mengalahkan Al-Quran. Hal itu justru menjadi bukti kekalahan dari tantangan Al-Quran. Karena tantangan terhadap akal mereka hanya dijawab dengan aksi fisik rendahan dan hanya menjatuhkan martabat mereka sendiri.

Sebagaimana dikutip melalui Muslimahnews (4/9), pengamat politik Ustazah Pratma julia Sunjandari menyatakan “Pembelaan PM Norwegia Erna Solberg atas aksi unjuk rasa kelompok SIAN, yang dianggapnya sebagai bentuk kebebasan berpendapat sekali lagi menunjukkan kemunafikan demokrasi.” Padahal, demonstrasi menentang Islam dan muslim yang terjadi di sejumlah negara Skandinavia bermula karena kegagalan negara-negara tersebut mengatasi  krisis migrasi Eropa sejak  2015.

“Namun Islamofobia yang telah mendarah daging pada bangsa Eropa menjadikan masalah itu menjadi isu diskriminasi” lanjut Ustazah Pratma. Dan saat ini Islamofobia semakin menjalar ke berbagai belahan dunia akibat ada dendam yang terpendam pada masa Kehilafahan dulu, sehingga dalam kubangan demokrasi inilah mereka bebas melancarkan aksinya.

Allah SWT sudah menyampaikan dalam firmannya yang artinya: “…mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (TQS. Ali Imran [03] : 118).

Untuk itulah kita butuh Khilafah agar dapat menghentikan penodaan terhadap Al-Quran dan ajaran Islam, serta sebagai seorang Muslim kita wajib pasang badan untuk membela agama kita. Kita juga wajib menghentikan penodaan atas Islam dan tak boleh dengan perilaku apologetik, menampilkan Islam moderat sebagaimana yang mereka inginkan. Atau berhenti hanya dengan mengutuk saja sebagaimana dilakukan oleh para penguasa hari ini padahal memilki kekuasaan sebagaimana seorang Khalifah.

Kekurangajaran tersebut berani dilakukan individu kafir yang membenci Islam, karena memang posisi negeri Muslim saat ini tak ada yang mampu menjadi junnah, yakni perisai yang melindungi Muslim –orang per orang- sebagaimana perlindungan yang dilakukan Khilafah Islamiyyah.

Hanya karena seorang budak Muslimah dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar dilecehkan oleh orang Romawi, Khalifah al-Mu’tasim Billah menjawabnya dengan mengerahkan pasukan yang devilenya tak terputus dari gerbang Istana Khalifah di Kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki) pada April, 833 Masehi. Setelah dikepung selama 5 bulan, Ammuriah ditaklukkan, dan memakan korban 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 ditawan.

Begitulah pembelaan hakiki atas kehormatan seorang muslim dari seorang Khalifah dengan institusi Khilafahnya. Termasuk pembelaan atas Rasulullah Saw., Alquran dan kemuliaan Islam lainnya, pasti bakal ditunaikan secara tuntas dan paripurna juga, namun sekali lagi oleh Khilafah Islamiyyah. Maka dari itu berupaya untuk memperjuangkannya sebagai bentuk pembelaan terhadap agama Islam. []

Wallahualam