October 18, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

Pada 2/11/2020, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan bahwa Presiden Trump menandatangani dekrit yang memperpanjang sanksi yang dijatuhkan kepada Sudan, dengan mengatakan, “Terlepas dari berbagai peristiwa positif baru-baru ini, namun krisis yang muncul sebagai akibat dari tindakan dan kebijakan pemerintah Sudan, serta mengarah pada deklarasi keadaan darurat nasional pada 3 November 1997 tidak terselesaikan.” Dia menambahkan, “Tindakan dan kebijakan Sudan ini terus menjadi ancaman khusus, serta ancaman bagi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika. Itulah mengapa saya memutuskan bahwa darurat nasional perlu diperpanjang.”

Trump menyatakan, “Prosedur ini memperpanjang validitas Perintah Eksekutif yang dikeluarkan pada tanggal 3 November 1997 untuk menyatakan keadaan darurat terhadap Sudan, dan keputusan tersebut diumumkan pada tanggal 26 April 2006, yang mengatakan bahwa konflik di wilayah Darfur di Sudan merupakan ancaman khusus, serta ancaman bagi keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.” Dalam hal ini, Trump telah memperluas cakupan perintah pertama.

Pompeo, Menteri Luar Negeri AS, mengatakan bahwa perintah Trump menetapkan “untuk memperluas beberapa kekuatan yang terkait dengan Sudan. Dalam  melaksanakan kewajiban sanksinya, Amerika Serikat mengandalkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan latar belakang konflik di Darfur.”

Pompeo mengindikasikan bahwa tindakan ini “tidak mencerminkan secara negatif mengenai hubungan yang lebih baik antara Amerika Serikat dan Sudan serta kegiatan sipil pemerintah transisi.” Dia juga menekankan bahwa langkah ini “sama sekali tidak mempengaruhi keputusan dan operasi tentang penarikan Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme, di mana “perintah tahun 1997 memutuskan untuk penahanan aset-aset Sudan yang ada dalam sistem perbankan Amerika” (Russia Today, 02/11/2020).

Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa dia telah memutuskan untuk menghapus Sudan dari daftar Amerika untuk negara-negara yang mensponsori terorisme setelah membayar kompensasi sebesar 335 juta dolar kepada keluarga korban tewas dan terluka dalam pemboman kedutaan besar AS di Kenya dan Tanzania tahun 1998.

Kementerian Luar Negeri Sudan mengomentari keputusan Trump dan mengeluarkan pernyataan bahwa “Pembaruan ini tidak berpengaruh pada langkah-langkah yang saat ini sedang berlangsung untuk menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme.” Pernyataan Kementerian itu mengatakan: “Memperbarui keputusan yang relevan adalah prosedur rutin yang dilakukan ketika waktunya telah jatuh tempo, dan itu terkait dengan keberadaan Sudan dalam daftar tersebut.”

“Sudan berharap akan dihapuskannya secara langsung dengan undang-undang yang diberlakukan terhadap Sudan selama beberapa tahun terakhir, setelah menyelesaikan prosedur saat ini untuk mengakhiri klasifikasi dan membatalkan semua undang-undang yang terkait dengannya,” tambahnya (Kantor Berita Sudan, 11/2/2020).

Para penguasa Sudan dan semua yang terlibat dalam permainan politik tidak pernah belajar dan mengambil pelajaran. Sungguh mereka itu benar-benar bodoh, idiot  dan pengkhianat! Mereka tengah berada dalam  ilusi bahwa dengan memberikan konsesi kepada Amerika, Amerika tidak akan mengejar mereka di langkah lain. Mereka telah menyerahkan Sudan selatan, namun Amerika masih terus mengejar mereka, dan menjanjikan mereka untuk mencabut sanksi serta menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme. Sekarang mereka telah mengakui keberadaan entitas Yahudi dan membayar kompensasi kepada Amerika ketika mengejar mereka di Darfur. Kemudian menipu diri mereka sendiri bahwa ini adalah “prosedur rutin”. Jadi, mereka tidak keberatan dan membatalkan semua perjanjian dengan Amerika! Sungguh, Amerika akan terus melanjutkan tekanan dan permainannya sampai berhasil memisahkan Darfur dari Sudan, selama belum ada sistem politik ideologis yang didasarkan pada akidah Islam, serta kepemimpinan politik yang sadar dan tulus, untuk menyelamatkan negara, mengusir pengaruh Amerika, dan menumbangkan kelompok-kelompok politik boneka ini (hizb-ut-tahrir.info, 5/11/2020).

Sumber : https://mediaumat.news/tidak-hanya-pengkhianat-penguasa-sudan-itu-juga-bodoh-dan-idiot/