April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com – Dilansir dari Republika (6/10), Mantan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Bandar bin Sultan mengecam tindakan para pemimpin Palestina yang menolak normalisasi hubungan Uni Emirat Arab dengan Israel. Padahal seharusnya sikap penguasa Arab tersebutlah yang harus dikecam.

Hal ini telah diungkapkan oleh Abu Hamzah al-Khathwani didalam tulisannya diambil dari alraiah.net (23/9) yang dikutip oleh Mediaumat.news (29/9).

“…Pengakuan atas entitas Yahudi langkah awal normalisasi. Pengakuan adalah pendahuluan, sedang normalisasi adalah hasilnya. Keduanya merupakan pengkhianatan dan pengabaian terhadap tanah dan hak, di mana keduanya mengarah pada tujuan yang sama.” tulis Abu Hamzah.

Syariah juga menentang dan mewajibkan bahwa tanah air itu harus dikembalikan kepada pemiliknya.

“…Melawan perampas yang merampas apapun adalah kewajiban syariah yang terus berlanjut sampai dia mengembalikannya. Jadi, bagaimana halnya jika yang dirampas adalah tanah air?!” lanjut Abu Hamzah.

Para perampas bukanlah orang-orang biasa, tetapi mereka adalah orang-orang yang disebut Allah dalam Al-Qur’an: “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (TQS Al-Māidah [5] : 82).

Jadi, ber-muwālāh (bersikap saling setia) dengan mereka bertentangan dengan nash Al-Qur’an yang jelas. Mereka adalah orang-orang yang diberi kekuasaan, namun tidak memberikan sedikit pun kebaikan kepada manusia dengan kekuasaannya itu jelas Abu Hamzah.

“Ini merupakan dalil lain tentang haramnya ber-muwālāh (bersikap saling setia) dengan mereka, dan akan menyebabkan kerugian dunia akhirat bagi mereka yang ber-muwālāh (bersikap saling setia) dengannya.” tulisnya.

“Pengakuan atas keberadaan entitas Yahudi adalah sumber dari semua malapetaka, penderitaan dan penyakit. Semua itu adalah awal dari normalisasi. Oleh karena itu tidak ada perbedaan di dalamnya antara Mesir, Yordania dan Otoritas Palestina, dan antara Uni Emirat Arab, Bahrain dan Turki, semuanya sama dalam pengkhianatan.”  tegasnya.

Penjelasan Abu Hamzah ini secara tidak langsung mengecam pernyataan pangeran Saudi atas sikap Palestina yang menolak normalisasi. Sebagaimana dikutip dari Al Araby, selasa (6/10)

“Pelanggaran mereka terhadap kepemimpinan negara-negara Teluk dengan wacana tercela ini tidak dapat diterima. Perjuangan Palestina adalah penyebab yang adil tetapi pendukungnya gagal,” kata Bandar bin Sultan kepada Al Araby

Bin Sultan juga menyebut wacana yang dilakukan kepemimpinan Palestina tentang hubungan normalisasi negara-negara teluk dengan Israel sangat menyakitkan untuk didengar. “Tidak mengherankan jika mereka menggunakan istilah seperti ‘pengkhianatan’ dan ‘menusuk dari belakang’ karena ini cara mereka dalam menghadapi satu sama lain,” katanya.

Masih dari kedua sumber yang sama kepemimpinan Saudi sendiri nampak tidak melakukan perjanjian normalisasi dengan Israel. Namun para analis menduga Arab Saudi, di bawah kepemimpinan de facto Mohammed bin Salman, memainkan peran kunci dalam mengatur dan mendorong UEA dan Bahrain untuk menjalin hubungan dengan Israel.

Meskipun memiliki hubungan di bawah meja yang luas dengan Israel, Arab Saudi tidak mungkin menandatangani perjanjian serupa saat Raja Salman masih di atas takhta. Para kritikus menyebut perjanjian normalisasi sebagai latihan hubungan masyarakat untuk Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan para pemimpin negara-negara Teluk yang membantu melanggengkan pendudukan Israel di Tepi Barat dan pengepungan Gaza.

Meskipun Emirat mengklaim perjanjian tersebut telah menangguhkan rencana Israel untuk mencaplok sebagian besar wilayah Palestina di Tepi Barat, Netanyahu dengan tegas membantah hal tersebut. Bagi Israel, Yerusalem tetaplah kawasan pendudukannya ada atau tanpa perjanjian normalisasi. []

Sumber :
https://english.alaraby.co.uk/english/news/2020/10/5/saudi-prince-calls-palestinian-leaders-failures-for-rejecting-normalisation
https://republika.co.id/berita/qhrrie366/pangeran-arab-saudi-kecam-palestina-karena-tolak-normalisasi