April 22, 2021

Beranda Islam

Terpercaya – Tajam – Mencerdaskan Umat

BerandaIslam.com Dikutip dari CNBC (21/9), FinCEN files yang berisi sekumpulan dokumen penting nan rahasia di dunia perbankan dan keuangan bocor ke publik. Dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman, sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat (AS) antara tahun 2000 sampai 2017.

Masih dari sumber yang sama, di dalam files tersebut terdapat skandal penggelapan dana hingga pengemplangan pajak dari lembaga keuangan besar dunia. Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan “uang kotor” ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar US$ 2 triliun atau sekitar RP 28.000 triliun.

“File yang bocor adalah wawasan tentang apa yang bank ketahui tentang arus besar uang kotor di seluruh dunia,” kata Fergus Shiel dari Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (ICIJ) dikutip dari BBC International yang dikutip CNBC, Senin (21/9/2020).

Shiel menambahkan bahwa transaksi US$ 2 triliun yang dijelaskan dalam beberapa file hanyalah sebagian kecil dari laporan aktivitas mencurigakan (suspicious activity reports/SAR) yang diajukan selama periode tersebut.

“Dokumen-dokumen ini adalah beberapa rahasia sistem perbankan internasional yang paling dijaga ketat … Bank menggunakannya untuk melaporkan perilaku yang mencurigakan, tetapi itu bukan bukti perbuatan salah atau kejahatan,” tulis BBC dikutip CNBC.

Secara rinci, dokumen-dokumen tersebut didapat melalui foto oleh Buzzfeed News. Kemudian dibagikan dengan grup yang berisi jurnalis investigasi dari seluruh dunia. Para jurnalis itu mendistribusikannya ke 108 organisasi berita di 88 negara.

FinCEN sendiri merupakan akronim dari Jaringan Investigasi Kejahatan Keuangan AS. Mereka berisi orang-orang di Departemen Keuangan AS yang bertugas untuk memerangi kejahatan keuangan. Biasanya, setiap ada masalah transaksi ditemukan, yang dilakukan dalam dolar AS, akan dikirim ke FinCEN, mencakup transaksi dengan dolar yang terjadi di luar AS.

Menurut laporan, salah satu yang terlibat skandal adalah HSBC. Bank tersebut telah mengizinkan penipu untuk memindahkan jutaan dolar uang curian di seluruh dunia, bahkan setelah mengetahui dari penyelidik AS bahwa skema tersebut adalah penipuan.

JP Morgan mengizinkan sebuah perusahaan untuk memindahkan lebih dari US$ 1 miliar melalui rekening London tanpa mengetahui siapa yang memilikinya. Bank kemudian menemukan bahwa perusahaan itu mungkin dimiliki oleh mafia dalam daftar 10 Orang Paling Dicari FBI.

Ada juga data yang membahas oligarki Rusia yang telah menggunakan bank untuk menghindari sanksi dan seharusnya menghentikan mereka memasukkan uang ke Barat. Salah satu rekan terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin yang menggunakan Barclays Bank di London untuk menghindari sanksi yang ditujukan untuk menghentikannya menggunakan layanan keuangan di Barat. Sebagian uang tunai digunakan untuk membeli karya seni.

Selain itu, Bank sentral Uni Emirat Arab juga dilaporkan gagal menindaklanjuti peringatan tentang perusahaan lokal yang membantu Iran menghindari sanksi. Bank-bank AS juga dikatakan terlibat pencucian uang Korea Utara (Korut).

Dalam laporan itu, Deutsche Bank juga disebut telah memindahkan uang kotor pencucian uang untuk kejahatan terorganisir, teroris dan pengedar narkoba. Sementara Standard Chartered memindahkan uang tunai untuk Arab Bank selama lebih dari satu dekade setelah rekening klien di bank Yordania digunakan untuk mendanai terorisme. []

(WI)